Negeri Dusta

Tanda munafik ada tiga, bila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar, bila diberi amanah dia khianat.

Dusta itu tiga bersaudara. Induknya bernama Sri Munafik. Dusta yang nama lengkapnya Dustawati punya dua saudara, yang satu bernama Sri Khianati yang satu bernama Dul Ingkar Janji yang menyingkat namanya jadi Dulkaji. 

Karena bersaudara, ketiganya mirip satu dengan yang lain, sulit dibedakan, termasuk Dulkaji.
Dusta itu anak sulung. Sri Khianati anak kedua dan Dulkaji anak bungsu. Ketiga-tiganya cerewet, pandai bicara dan memukau kalau berceloteh. Semuanya lihai berdusta, tapi yang paling lihai memang Dustawati.

Dustawati menikah dengan seseorang bernama Gebrak Politik yang populer dipanggil Gerpol. Mereka kawin terpaksa. Dusta hamil di luar nikah. Hanya empat bulan sesudah nikah anaknya lahir, kembar dua. Satu diberi nama Dusta Politik alias Duspol, yang satunya lagi diberi nama Politik Dusta alias Poldus.

Sri Khianati menikah “baik-baik” dengan seorang lelaki kaya raya bernama Raja Ekonomi yang akrab dipanggil Pak Raja. Raja Ekonomi kaya raya karena dia adalah seorang pengusaha yang tidak mengenal lelah memburu sumber-sumber uang. Persoalan apakah halal atau haram tidak ada dalam kamusnya. Pak Raja tampaknya memang sejak kecil sudah kelihatan bakat korupnya. Ia mulai suka membohongi ayahnya soal uang sekolah. Kebiasaan buruknya terus berlanjut hingga jadi mahasiswa. Ia tidak selesai kuliah hingga sarjana, Godaan uang tidak mampu dia bendung. Tapi di perusahaannya yang amat banyak, dia mempekerjakan amat banyak sarjana.

Pak Raja semakin bertumbuh menjadi pengusaha kaya raya namun terkenal korup. Ia berkolusi dengan banyak pejabat tinggi dalam urusan proyek pembangunan. Banyak proyek pembangunan justru datang dari idenya, yang seolah-olah untuk kepentingan rakyat. Padahal semuanya tak lebih hanya lahan korupsi. Tapi kendati begitu, ia tak tersentuh tangan hukum. Ia amat licin dan licik. Dia amat menguasasi sebuah model dagang, yaitu dagang hukum.

Dul Ingkar Janji alias Dulkaji lain pula ceritanya. Ia adalah seorang birokrat. Dulu, dia masuk jadi PNS karena dukungan dua saudaranya, Dustawati dan Sri Khianati.

Sekarang Dulkaji malah sudah jadi pejabat tinggi yang kaya raya. Gaya hidupnya tidak sepadan dengan gajinya. Anak-anaknya semua dia sekolahkan di luar negeri. Seperti juga dua saudaranya yang lain, walaupun korup, Dulkaji juga tak tersentuh hukum. Ia termasuk sosok untouchable.

Itulah sedikit cerita tentang Dustawati, Sri Khianati dan Dul Ingkar Janji, anak Sri Munafik. Terlalu panjang kalau mau dikisahkan semuanya.

Tapi he he ini hanya sebuah cerita imaginatif untuk menggelitik. Tapi bukan tergolong cerita bohong. Terinspirasi oleh makna sebuah hadis Nabi: Tanda munafik ada tiga, bila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar, bila diberi amanah dia khianat.

Tag: ,

3 Tanggapan to “Negeri Dusta”

  1. mobil88 Says:

    Anda orang yg luar biasa, tulisan Anda dapat menjadi sumber inspirasi, teruslah menulis !!
    http://mobil88.wordpress.com

  2. Icinno Says:

    trims sahabat

  3. muhammad zakariah Says:

    weeww. thanks.. nice article..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: