Jurus Jahiliyah

Sungguh, ketika menyaksikan ulah beberapa wakil rakyat yang berteriak huuuuu dan berjingkrak-jingkrak dikursi saat Sidang Paripurna DPR, terutama di hari pertama kemarin, yang muncul di layar imaginasi saya adalah ulah orang-orang jahiliyah di Zaman Jahiliyah. Ternyata jurus jahiliyah itu masih diadopsi orang hingga 15 abad kemudian. Malu-maluin … 

Salah satu cara orang-orang kafir dulu menghalangi Nabi Muhammad saw menyampaikan kebenaran, membaca Alquran, yaitu menyuruh bikin gaduh, agar apa yang dikatakan Nabi tidak didengar. Ulah mereka itu terabadikan dalam sejarah dan juga dalam Alquran (QS 41: 26). Jadi, membuat kegaduhan saat Nabi menyampaikan kebenaran (wahyu), adalah semacam “jurus” yang digunakan orang-orang jahiliyah lebih 15 abad silam.
Selain kegaduhan, mereka juga menunjukkan tingkah kekanak-kanakan, misalnya dengan memasukkan jari ke telinga,padahal sebagian mereka tergolong elite dan tokoh masyarakat. Mereka juga menyeru lantang agar masyarakat tidak mendengarkan Alquran (baca: kebenaran) disampaikan. Tapi, walaupun mereka menggunakan “jurus jahiliyah” itu, sebenarnya hati kecil mereka mengakui kebenaran yang disampaikan Nabi Muhammad saw. Diam-diam di antara mereka ada yang mengendap-endap di waktu malam mencoba mencuri dengar. Beberapa kali, di antara mereka, orang-orang jahiliyah itu malah ada yang saling memergoki.
Demikianlah, sesungguhnya kebenaran memang berbicara kepada nurani. Itu sebabnya hati kecil mereka membenarkan apa yang disampaikan Nabi. Hanya saja, orang-orang jahiliyah itu, terutama pembesar pembesarnya menunjukkan keangkuhan tidak mau menerima. Penolakan mereka sebenarnya bukanlah penolakan substantif, melainkan karena ketakutan kehilangan kekuasaan dan segala privilege kekuasaan yang telah mereka nikmati selama ini. Akibatnya, mereka mengampanyekan berbagai dalih dan berbagai cara melawan kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.
Pendek kata, mereka menggunakan berbagai cara, mulai dari adu argumentasi, unjuk pengaruh, bujukan (lobi), tawaran kompromi (dagang sapi), intimidasi, kekerasan, sampai pada tingkah kekanak-kanakan bikin gaduh ketika Nabi bicara. Kita tahu, sejarah kemudian mencatat, betapapun gigih orang-orang jahiliyah menggunakan berbagai cara untuk menutupi kebenaran yang disampaikan, pelan namun pasti khalayak menerimanya, termasuk beberapa dari dedengkot jahiliyah itu sendiri. Khalid bin Walid dan Abu Sufyan adalah dua nama yang bisa disebut di antara mereka.

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: