Negara Kanibal

Kalau Korupsi sudah meraja lela , praktek makelar yang tidak wajar didominasi ( monopoli) oleh pemerintahan, pelayanan publik makin lama amburadul (semau gue), masing-masing institusi mengeluarkan aturan seenak perutnya dengan alasan peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan pelayanan, kode etik, GCG, dan lain sebagainya, satpam kantor berubah fungsi menjadi polisi (Satpol PP) dengan alasan apa sajalah, kalau ada pejabat melanggar aturan atau menyebabkan kerugian negara tetapi dibenarkan dengan alasan demi kepentingan umum , maka negara semacam ini perlahan lahan tetapi pasti akan memangsa rakyatnya sendiri alias Kanibal

Gejala dimasyarakat , yaitu timbulnya demonstrasi ketidak puasan, keributan massal, perampokan/ penjarahan  terbuka, penipuan dan pelanggaran kaidah sosial demi untuk mempertahankan hidup yang sangat-sangat menderita 

Apapun alasannya contoh diatas , tetap dimata pemerintah selalu benar, sedikit aja di poles dengan politik jungkir balik tampil di TV, semuanya jadi beres dan syah-syah saja.

Undang-undang Anti Korupsi, Hukuman Koruptor yang paling berat adalah hukum mati , kalau tidak salah (saya bukan Ahli Hukum) pelakunya akan dikenakan sangsi tersebut kalau negara dalam keadaan kritis, atau bencana alam dan lain sebagainya, tetapi menurut sebagian ahli hukum ” pasal itu merupakan pasal Wayang alias Pasal Legenda, tetapi sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum terima saja. itu kan sudah diundang-undangkan”
Kemudian timbul wacana Pengamat Koruptor “Para Koruptor itu dimiskinkan saja Harta kekayaannya diambil oleh Negara, agar mereka tidak berbuat lagi alias kapok” ,tetapi apa kata Komentator ” lha.. mereka kan orang cerdik dan culas, hasil korupsinya kan bisa dihibahkan ke keluarganya, masa sih Negara tega menyita harta kekayaan keluarganya??. bisa-bisa Negara ini di embargo oleh lembaga HAM dunia, apalagi kalau koruptornya beserta hartanya dibawa lari ke Singapur, pemerintah kan tidak bisa berbuat banyak”    

Minggu terakhir April 2010, kurang lebih 40 % Generasi muda anak bangsa ini mengalami trauma karena tidak lulus dalam UN dan sudah bisa dipastikan bahwa mereka putus sekolah dan menambah angka penganguran kerja yang akan mencetak dan menambah angka kemiskinan. Sisanya juga belum tentu semua masuk perguruan tinggi karena biaya yang tinggi, mereka ini akan mencari lapangan kerja baru dengan mengandalkan pengalaman 3 tahun di Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa STTB yang gajinya pasti di bawah Standar Upah Minimum.

Apa mau dikata alias sudah terlanjur, Anggaran Biaya pendidikan sekian triliunan ditambah biaya UN 2010 kurang lebih 1,5 terilliun mengahasilakn angka putus sekolah dan kemiskinan yang makin bertambah. Kejadian tersebut wajar-wajar saya karena semuanya sudah diatur oleh sistem dan aturan.

Anggaran biaya pendidikan triliunan rupiah diantaranya bersumber dari sisia “Gayus” pendapatan pajak negara yang dibayar oleh rakyat , yang di Gayus lagi oleh makelar Cetak Kertas Lembaran Soal Ujian .

Siapakah yang bertanggung jawab kalau Negara tercinta ini menuju Negara yang Adil dan Makmur???, dan siapa pula yang bertanggung jawab kalau Negara ini menuju Negara Kanibal ???

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: