Negeri Politikus

Ini negeri adalah negeri politikus.

 Poli artinya banyak. Jadi poli tikus artinya banyak tikus. Di negeri ini memang tikus banyak sekali jumlah dan jenisnya. Tikus comberan, tikus rumah, tikus sawah, tikus hutan, dan entah tikus apa lagi namanya, semua jumlahnya banyak sekali.

Selain jumlahnya banyak, tikus-tikus itu juga leluasa berkeliaran. Apalagi tikus comberan atau tikus got, tidak takut-takut muncul di permukaan berlari ke sana ke mari. Terhadap tikus yang satu ini, kucing tidak berani menangkapnya, malah sebaliknya kucing yang takut pada mereka.

Negeri ini adalah negeri banyak tikus, juga dalam arti banyak koruptor. Kenapa koruptor? Karena kita semua sudah sepakat tikus adalah simbol koruptor.
Tikus adalah binatang pengerat. Koruptor adalah pengerat uang yang bukan miliknya, uang rakyat atau uang negara.

Rupanya, memang seperti tikus, koruptor juga banyak jenisnya. Ada spesialis mark up, ada spesialis gratifikasi, ada jagoan terima suap, ada ahli proyek fiktif, ada makelar kasus, ada mafia peradilan, dan entah apa lagi namanya.

Dalam bahasa Bugis, tikus disebut balao. Sejak dulu pun balao sudah dijadikan simbol oleh masyarakat sebagai pemakan yang bukan haknya. Balao adalah binatang yang dijadikan musuh bersama, apalagi jika ia sudah menjadi hama.

Sawah petani yang siap panen bisa saja ludes sekejap gara-gara digerogoti tikus beramai-ramai, hanya dalam semalam. Kurang ajar benar koruptor eh tikus-tikus itu.

Bagaimana buruknya ulah tikus, Prof Rahman Rahim mengutip ungkapan dalam lontara Bugis dalam bukunya, Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis:

naia sipa’na balao-e makkuragani esso-wenni, jajimuisa makkasolang saba’ baiccu’i, jajini tenrita, de’tona nariengkalinga, aga tennarisseng jeppuiwi, jajitanisa makkasolang ri bolae enrenge ri tanae.

Nanreni ri galunge, nainnappasi menre’ ri bolae manrei lappo-e; napakalebbongi, nasobbuiwi tennatallena rita akkasolanna. Nakko elo’ni passokkui ja’na balao-e lokkasi koti’ uringe, nainappa no’ ri tanae, naninappasi menre’ koti’i uringe, nauttamaiwi, nanrei inanre; mawesso’si natai-si inanre, natemei topi, nainappasi nrewe ri leppo ase makkalebbong.

Agana ku risipa’na balao-e mappebacci-bacci enrenge mappeciddi’cidie.

Binatang yang paling banyak menimbulkan kerusakan lagi sangat menjengkelkan dan menjijikkan kelakuannya ialah binatang tikus.

Kerusakan yang ditimbulkannya tidak hanya terbatas di sawah tetapi sampai padi sudah di rankian rumah, sampai selesai ditumbuk menjadi beras dan sudah pula dimasak, tikus ini terus mempreteli. Nasi yang sudah dimakannya dikencingi dan diberakinya pula, kemudian ia turun ke tanah dan di situ kotorannya pun dijilatnya.

Nah, bayangkanlah bagaimana wajah negeri kita di mata dunia, yang banyak tikusnya ini

Tag: , , ,

4 Tanggapan to “Negeri Politikus”

  1. sugiarno Says:

    Negeri tikus, boleh juga … tapi, menyakitkan …

  2. Icinno Says:

    yah..apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur, bubur-pun digerayangi para tikus tersebut……. sakiiiiittttttt , memang menyakitkan.

  3. Dendy Says:

    wow ..pejabatnya tikus bermuka buaya..kren banget nih tulisan

  4. Choerulany Says:

    Wah ,gila banget tuh tikus,pengen rasanya mukul ampe mati tuh tiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: