Anjing Menyalak pertanda Penjahat Berlalu

Anjing Menyalak pertanda Penjahat Berlalu
Anjing  menggonggong, kafilah berlalu atau terus saja berjalan tanpa berpaling. Ungkapan ini dapat disandingkan dengan anjing menyalak, para penjahat atau pencuri dan koruptor berlalu dengan aman dan nyaman tanpa digigit.

Unjuk rasa, kritikan melalui media cetak dan elektronik, diskusi, seminar, berbagai kegiatan yang mendukung dan mendorong pemberantasan korupsi atau bahkan pernyataan perang melawan korupsi tampaknya tidak membuahkan hasil yang dapat memuaskan rasa keadilan masyarakat.

Kata orang jalanan, polisi itu pandai, tetapi pencuri atau koruptor jauh lebih pandai. Semakin canggih metode pemberantasan korupsi oleh mereka yang berada dalam lembaga-lembaga penegakan hukum, semakin canggih pula usaha dan cara yang ditempuh para koruptor untuk membebaskan diri dari jerat penangkapan.

Selain lolos ke luar negeri, termasuk lolos dari penjara, para koruptor sampai hati menggunakan segala macam cara untuk bisa lolos, baik lolos dari tangkapan, maupun lolos dari sanksi hukum.

Suap-sogok adalah salah satu cara efektif untuk lolos di tengah teriakan masyarakat tentang adanya maling yang harus dikejar dan ditangkap untuk diadili seadil-adilnya. Sanksi yang seharusnya berat berdasarkan keadilan hukum dan rasa adil masyarakat seringkali berubah menjadi vonis yang jauh lebih ringan atau bahkan vonis bebas dengan harga jual beli mahal lewat transaksi.

Terjadilah pameo, justice for sale, keadilan dapat dilelang, yang menawarkan harga paling tinggilah yang dimenangkan. Kebenaran dapat disalahkan, dan kesalahan dapat dibenarkan. Sampai kapan rakyat kecil yang miskin dan lemah dapat memperoleh keadilan yang dituntutnya.

Kasus skandal  yang justru melibatkan para penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim, dan pengacara sangat memprihatinkan dan memalukan.

Citra kita sebagai rakyat dan bangsa yang konon berkebudayaan dan berkeadaban tinggi sirna dan jelma menjadi citra hitam yang mencerminkan terpuruknya harga diri. Rupanya kepekaan rasa bersalah dan rasa malu semakin hilang.

Bukan saja para penjahat, yaitu para koruptor, yang kehilangan kepekaan rasa bersalah dan rasa malu, melainkan juga para penegak hukum yang seharusnya menjadi surya keteladanan bagi masyarakat yang belajar mencontohinya.

Bagaimanapun, berbagai kasus yang sedang ditangani secara politik dan hukum saat ini dapat menjadi awal yang berarti dalam usaha besar sebagai perang total terhadap korupsi. dan bagaimanapun Kegagalan di dalam pengusutan berbagai kasus kejahatan perbankan dan perpajakan saat ini dapat pula menjadi awal kekalahan bangsa ini di dalam membangun dirinya, merehabilitasi citanya, dan terutama di dalam menyejahterakan serta memajukan dirinya sebagai bangsa yang bekarakter tangguh dan berakhlak mulia. (***)

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: