Ketika Rakyat Hanya Bisa Bingung

Ketika Rakyat Hanya Bisa Bingung
Ketika Pejabat negara diduga (secara Politik) keliru memutuskan kebijakan , Ketika pejabat tersebut dalam kasus penyidikan tetapi dizinkan promosi , ketika pejabat dicopot dari jabatannya tanpa diketahui apa penyebabnya lalu ia menggonggong dan dituduh melanggar kode etik, selanjutnya dituduh lagi tidak bertanggung jawab sewaktu memegang jabatannya ,ketika pejabat yang memimpin suatu lembaga Badan Pemberntasan Korupsi merasa tidak pernah menerima laporan hasil panitia khusus dewan perwakilan rakyat , ketika pegawai menengah melakukan korupsi berjemaah bersama pejabat penegak hukum, ketika Menteri Pendidikan melarang keras Perguruan tinggi menerima calon mahasiswa yang tidak lulus Ujian Negara, Ketika Satuan Pengaman Kantor mengambil tugas polisi memerangi rakyat, Ketika rakyat yang tidak punya tempat tinggal digusur dengan paksa, dan banyak lagi ketika.. ketika.
Tapi tak urung dari pihak lain, bermunculan penilaian sebaliknya, malah membenarkan semua kasus ketika ..ketika tersebut meloloskan semuanya dari jerat hukum, memberi kesempatan melarikan diri keluar negeri. 

Demikian sedikit cuplikan komentar dari dua kalangan dalam menyikapi ketika ketika tersebut, setiap kali ada masalah yang diberitakan secara publik di negeri ini, rakyat selalu disuguhi aneka pendapat yang membingungkan.

Yang satu mengatakan salah, yang lain mengatakan benar, dan itu diperdebatkan secara live di media televisi. Seperti halnya kontroversi pendapat kasus Bank Century, kasus Anggodo, kasus Bibit-Chandra, kasus Susno Duadji, yang semuanya sudah memanas sebelumnya dan menyita perhatian masyarakat.

Memang, publikasi kontroversi pendapat mengenai kasus-kasus itu, bisa diharapkan sebagai ajang pembelajaran bagi masyarakat, yaitu pembelajaran berdemokrasi, hukum dan politik. Tapi, saat ini, alih-alih jadi ajang pembelajaran, semua itu malah hanya menjadi ajang penciptaan kebingungan yang membuat rakyat merasa bingung lalu muak dan kemudian bersikap apatis.

Sekarang, betapa banyak masalah yang mencuat ke permukaan, yang kontroversial serta berlarut-larut penyelesaiannya secara hukum maupun politik. Masyarakat dibiarkan bingung tidak tahu, bagaimana sebenarnya duduk soalnya.

Ketika rakyat hanya bisa bingung saat disuguhi persoalan-persoalan bangsanya seperti itu, maka harapan kita hanya satu, semoga ada hikmah di balik semua peristiwa itu. Semoga ada penyelesaian yang hasilnya terbaik untuk rakyat.

Yang tidak kita harapkan adalah, jangan sampai dengan kebingungannya yang berulang-ulang, rakyat lalu sama sekali kehilangan kepercayaan. Ya kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin, elite politik dan juga kehilangan kepercayaan terhadap politik dan hukum.

Lalu, sesudah itu rakyat menjadi apatis dan tidak mau berperan serta lagi dalam proses pembangunan bangsa. Jika itu terjadi, maka sungguh besar akibatnya dan memerlukan kerja besar pula untuk memulihkannya. (*)

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: