Jeritan Anti Korupsi

Bapak Ketua KPK yang saya kagumi;
Nama saya : …….
Koruptor itu orang jahat
Tolong segera dijerat dan
dihukum yang berat

Bapak KAPOLRI yang saya cintai;
Nama saya : ………
Tolong selamatkan Indonesia
Dari Korupsi
Demi masa depan kami

Bapak Jaksa Agung yang saya banggakan;
Nama saya: ………
Negara ini penuh dengan koruptor
Tolong dibersihkan ………….ya Pak!

Menurut Wikipedia, “korupsi” berasal dari bahasa Latin corruptio, dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalikkan, dan menyogok, yang artinya adalah perilaku pejabat publik yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Masih menurutnya, beberapa jenis tindakan korupsi antara lain memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), penggelapan dalam jabatan, pemerasan dalam jabatan, menerima gratifikasi, dan sebagainya. Artinya, segala macam bentuk penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi atau untuk memperkaya diri sendiri dinamakan korupsi.

Ada beberapa faktor yang mendorong seseorang berbuat korupsi, diantaranya adalah kesempatan, merasa kurang, dan faktor keimanan. Kesempatan yang ada, kekayaan merasa kurang, dan iman yang labil, mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum dan merugikan keuangan negara ini.

Hampir di semua negara, korupsi merupakan masalah yang cukup serius. Tak pandang bulu, apakah di negara maju, negara berkembang, atau negara miskin, korupsi merupakan masalah yang sangat berarti. Namun demikian, tidaklah mudah untuk menghilangkannya penyakit yang satu ini. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu kerjasama yang kuat dari berbagai pihak, bahu-membahu memberantas korupsi di suatu negara.

Mungkin angka korupsi di suatu negara bisa ditekan, namun yang namanya korupsi, tidak akan bisa dihilangkan begitu saja dari bumi ini. Ibarat dalam dunia pewayangan, ada Pandawa dan Kurawa. Pandawa melambangkan tokoh kebaikan sedangkan Kurawa melambangkan tokoh kejahatan. Mereka  akan selalu ada. Walaupun bertentangan, keduanya akan beriringan sehingga membuat cerita di bumi ini jadi lebih hidup. Keduanya saling mengalahkan, saling menjatuhkan, dan saling melumpuhkan.

Bagaimanapun juga, tokoh jahat harus dilenyapkan walau tidak menutup kemungkinan akan lahir tokoh-tokoh jahat berikutnya. Demikian juga dengan korupsi. Segala bentuk korupsi harus diberantas di negara ini. Upaya apapun perlu ditempuh, untuk menciptakan kehidupan bernegara yang aman, tertib dan damai. Momentum hari “Anti Korupsi Se-Dunia” ini, semoga bisa dijadikan sebagai pacuan untuk memberantas korupsi di negara ini. Menegakkan keadilan sehingga rakyat menjadi tenteram.

Hari anti korupsi sedunia tercetus tatkal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merativifikasi konvensi anti korupsi di Merida Mexico pada tanggal 9 Desember 2003. Kemudian pada tahun 2004 berikutnya Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari anti korupsi nasional yang ditandai dengan dikeluarkannya Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi pada tanggal 9 Desember 2004.

Peringatan hari anti korupsi sedunia secara massal diperingati di Indonesia pertama kali dirintis pada tahun 2006 oleh Tiga Pilar Kemitraan (3pK)  merupakan kemitraan dari tiga komponen yang terdiri dari Penyelenggara Negara, Dunia Swasta dan Masyarakat. Tiga Pilar Kemitraan dideklarasikan pada tanggal 27 September 2002 oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Kadin Indonesia dan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Sampai saat ini anggota tiga 3pK sudah lebih dari 100 lembaga dari tiga unsur diatas.

Tahun 2009, tepatnya hari Rabu 9 Desember 2009 juga diperingati sebagai hari antikorupsi sedunia. Perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya terletak pada penyelenggara yang terlebih dahulu terpublikasi melalui media massa. Gerakan Indonesia Bangkit (GIB) menetapkan silang monas sebagai pusat kegiatan hari antikorupsi sedunia tahun 2009. Tidak tanggung-tanggung massa yang akan dilibatkan dalam peringatan tahun ini lebih dari seratus ribu massa dengan komponen yang terlibat minimal 20 elemen masyarakat berskala nasional.

Perbedaan lainnya adalah unsur keterlibatan peserta, pada peringatan tahun-tahun sebelumnya unsur peserta yang terlibat 60% berasal dari unsur pelajar, sedangkan pada peringatan tahun 2009 lebih banyak pada ormas dan LSM yang memang mempunyai massa cukup besar. Yang disuarakannyapun berbeda, peringatan sebelumnya pesan moral disampaikan oleh anak-anak TK kepada pimpinan puncak pejabat hukum di Negeri ini, sedangkan pada tahun ini akan dibacakan piagam Indonesia Bersih oleh tokoh-tokoh nasional yang salah satu isinya mendesak penuntasan kasus bank Century.

Pada tahun inipun beberapa LSM pengiat anti korupsi seperti ICW, TI-Indonesia, MTI, PSHK dll lebih banyak mengadakan peringatan dengan cara diskusi publik dibandingkan dengan harus turun ke Jalan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Gelombang dukungan terhadap peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2009 ini setidaknya merupakan sinyal positif keterlibatan masyarakat secara massal dalam gerakan anti korupsi. Sayangnya Presiden SBY terlebih dahulu sudah mendeklarasikan gerakan ini sebagai  gerakan sosial yang disinyalir menohok kabinet saat ini. Pernyataan Presiden inipun terkait dengan informasi yang diserap oleh Presiden SBY dari orang-orang terdekatnya. Padahal Tiga Pilar Kemitraan (3pK) sudah merencanakan untuk mengadakan peringatan hari anti korupsi sedunia sejak empat bulan lalu yang agendanya akan menghadirkan presiden SBY dengan acara utama parade anti korupsi dengan pusat di silang Monas.  Acara parade anti korupsi inipun terpaksa dibatalkan terkait dengan konstelasi politik yang berkembang, jikapun dilaksanakan dan SBY bersedia hadir maka masyarakat akan mengecapnya sebagai agenda kontra terhadap peringatan anti korupsi yang digagas oleh GIB.

Semoga pada tahun-tahun mendatang, gelombang dukungan peringatan hari anti korupsi sedunia tetap mendapat reaksi positif dari masyarakat dan sudah tentu Presiden SBY dapat memimpin gerakan ini sebagai bukti komitmen dalam memberantas korupsi di negeri ini.

Jakarta, 9 Desember 2009

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: