Kucing Kawin dan Melahirkan

Melihat Kucing Kawin dan Melahirkan
Pernah perhatikan kucing mau kawin (bersenggama)? Wah heboh sekali, ribut. Seperti mau berkelahi, padahal tidak.
Suaranya bersahut-sahutan tiada henti. Kucing jantan bilang “maaaauuuu”, kucing betina bilang  “tidak maaaauuu”. He… he… he…, kira-kira seperti itu.
Kita tidak mengerti karena kita bukan kucing. Singkatnya, kucing kalau mau kawin selalu ribut, sehingga semua makhluk di sekitarnya tahu. Apalagi kalau kucing kawin dekat rumah di tengah malam, sungguh mengganggu. Lain lagi ceritanya jika kucing (mau) melahirkan. Diamdiam nyaris tanpa suara. Saya punya pengalaman berkali-kali dalam urusan kucing beranak ini. Tidak diduga tahu-tahu suara bayinya sudah mengeong-ngeong persis di atas plafon kamar tidur saya.
Rupanya, kalau melahirkan kucing memang diam-diam saja.
Nanti berisik kalau anaknya sudah bisa mengeong mencari ibunya mau menyusui. Yang celaka kalau ada bayi kucing ang mati di atas plafon. Dalam dua tiga hari dia membusuk dan memberi kita kerjaan naik plafon untuk menyingkirkannya.
Sekarang mari kita pindah cerita. Bagaimana kalau manusia kawin (bersenggama?) Tidak sama dengan kucing, bahkan sebaliknya.
Untuk urusan yang satu ini, manusia melakukannya diam-diam dan “sembunyi” di tempat tertutup.
Tapi sebaliknya, kalau manusia (perempuan) melahirkan, juga tidak seperti kucing yang diam-diam, tapi “heboh”.
Maklum, melahirkan itu bukan pekerjaan mudah, dan menurut ibu-ibu yang pernah merasakannya, sakiiit sekali. Apalagi jika persalinan pertama, bisa kesakitan di atas 10 jam.
Jadi dalam urusan kawin dan melahirkan, manusia dan kucing berbeda. Kucing ribut kalau kawin, manusia diam-diam kalau kawin. Kucing diam-diam jika melahirkan, manusia “rebut” kalau melahirkan.
Tapi, sekarang agaknya mulai ada perubahan. Ada juga orang kalau kawin heboh dan ribut karena dipublikasikan.
Bahkan ada yang difilmkan pakai video, kemudian diedarkan.
Hebohnya lagi, karena perkawinannya di luar nikah dan selingkuh.
Tapi,sesudah itu, kalau hamil, diam-diam melahirkan.
Jadinya, meniru kucing.
He… he… he…, ada-ada saja. Dunia memang sudah semakin aneh. Batas kemanusiaan semakin menipis. Dunia sudah jadi seperti sirkus. Coba lihat pertunjukan sirkus. Hewan dipakaikan baju, manusianya (terutama yang perempuan)
nyaris tanpa baju.
Sekarang nilai-nilai jadi terbalik-balik. Orang malu untuk hal yang tidak perlu malu, dan sebaliknya orang kehilangan rasa malu untuk hal-hal yang sangat memalukan. Orang malu mengakui kesalahan, tapi tidak malu mempertontonkan kesalahan yang dibuatnya. Bahkan ada yang bangga pamer kehidupan yang bergelimang dosa dan kesalahan. Ah, dunia semakin memilukan karena ulah manusia semakin memalukan

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: