Indonesia vs Malaysia

Cuplikan berita
Jakarta (ANTARA) – Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Ditreskrimum Polda Metro Jaya) mengamankan beberapa aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) saat demonstrasi di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia.

Kelompok masyarakat itu menyampaikan protesnya kepada Kedubes Malaysia terkait penahanan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Polisi Marine Malaysia di Perairan Kepulauan Riau, Jumat (13/8).

Kejadian itu berawal saat pengawas perikanan KKP mendapat laporan dari masyarakat bahwa sedang terjadi pencurian ikan oleh lima kapal Malaysia di perairan dekat Tanjung Berakit Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Titik koordinat penangkapan lima kapal pencuri ikan Malaysia dan insiden penghadangan oleh kepolisian Malaysia yaitu kapal pencuri pertama ada di 1-22`-3936″LU, 104-28`-8681″BT, kapal kedua 1-22`-2186″LU, 104-31`-3188″BT, kapal ketiga 1-21`-1686″LU, 104-29`-0682″ BT, kapal keempat di 1-20`-0187″ LU, 104-30`-9437″ BT, kapal kelima 1-20`-0187″ LU, 104-29`-4183″ BT, dan posisi penghadangan 1-16`-8937″ LU, 104-27`-8178″ BT.

Pada pukul 21.15 WIB saat pengawas perikanan KKP hendak mengadhoc kelima kapal beserta ABK ke pelabuhan terdekat di Batam tiba-tiba sebuah kapal patroli Malaysia datang dan menghadang.

Polisi Malaysia sempat dua kali melontarkan tembakan peringatan kepada dua kapal pengawas perikanan KKP dengan total enam ABK tersebut.

Pihak kepolisian Malaysia meminta agar ketujuh nelayan Malaysia yang mencuri dengan lima kapal berukuran 10 Gross Ton dan dilengkapi alat tangkap Gillnet (untuk menangkap ikan pelagis) tersebut dilepaskan.

Namun pada akhirnya ketujuh nelayan Malaysia yang diduga mencuri ikan di perairan Bintan tersebut tetap dibawa ke Batam, sedangkan kepolisian Malaysia berhasil membawa kelima kapal nelayan beserta tiga pengawas perikanan yang kebetulan sebelumnya telah berpindah ke kapal pencuri ikan untuk melakukan pengawalan ke Johor.

Catatan tempodoeloe

lihat juga Ganyang Malaysia

Komentar :

Menurut salah seorang pejabat Negara Republik Indonesia (Negara yang mungkin terluas di dunia), bahwa Nelayan Pencuri Ikan yang menerobos keperairan indonesia , belum ada bukti untuk ditahan , dan menurut pejabat yang lain, ” kasihan tuh para nelayan , ini kan bulan puasa , dilepasin aja ”

Itu tanda bahwa Republik ini sudah hampir punah, alias pejabat didominasi oleh orang penakut dan tidak dapat melihat kenyataan,

Apa hubungannya??

Sudah jelas menerobos perairan Indonesia, mencuri ikan lagi ,katanya belum ada bukti. kemudian petugas Negara 3 orang petugas perairan KKP yang ditangkap diperlakukan seperti tahanan kriminal.. dan akhirnya dilepas dengan barter melepas perampok ikan tersebut.

Yah…. lebih baik salahmelepaskan orang dari pada salah menangkap, bisa2 jabatannya di copot, lagian hitung2an nya barter itukan pulang pokok, kan tidak ada yang dirugikan..

Tetapi pendemo kok ditangkap.. . dan belum jelas kesalahannya , inikan bulan puasa…

Ntar lagi dilepasin , dan mudah2an tidak digebukin, Yah … hitung2ang nya supaya kelihatan ada kerjaannya para polisi.

Tetapi para politisi senayan lagi ber-kaok2….tuh…

Itu.. sih biasa… , hitung2an nya kan sidang lagi, ntar besok juga uda pada diam setelah selesai sidang

Tetapi kenapa ya ??!!, tempodoloe waktu jaman Soekarno, itoe Malaysia di Ganyang…

Tau deh!!, waktu itu gue belon lahir,.. mungkin karena tetangga nakal malaysia suka nyontek2 dan lama2 jadi kebisaan nyolong..

Jangan2.. kejadian ini  dapat memicu peristiwa tahun 60an tersebut

Tidak lah…..,  kita..kan bangsa yang uda pada dewasa,… kecuali tetangga tersebut yang hobinya nyolong teriak maling..

O..ooo!, mana gedean nyolong dengan Rampok,… itu tuh 2 pulau Sipadan dan Ligitan dan selat Ambalat Kaltim uda dicaplokin,  plus reok ponorogo…, plus nyaris manohara… dan kemaren 32 nelayan indonesia disuruhnya mengambil ikan di perairan kita (Indonesia) , kemudian kapal Malaysia siap tadah di perbatasan.

Nah… itu tandanya Malaysia mulai kelaparan… Biasanya orang kelaparan kalang kabut menghalalkan semua cara…

Cooling Down……. kita kan negara serumpun…….., harus saling menghargai……

Betul juga yah … orang Ambon (NKRI) serumpun dengan orang Johor (Malaysia),

???????????

Ha… ha…,..he.. he.., hu…hu… hi…….hi……

Tulisan terkait Perang dingin Indonesia vs Malaysia

Tag: , , ,

2 Tanggapan to “Indonesia vs Malaysia”

  1. Icinno Says:

    Indonesia sebagai negara berdaulat harus bersikap tegas dan tidak boleh membiarkan pelanggaran yang dilakukan nelayan Malaysia.

    “Apa lagi seperti yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia yang melepaskan tembakan terhadap kapal pengawas perikanan Indonesia,”
    Apa yang dilakukan petugas KKP mengamankan lima kapal nelayan Malaysia yang sedang mencuri ikan di perairan Indonesia itu adalah tindakan yang benar dan sesuai dengan aturan hukum.

    Negara Malaysia juga perlu menghargai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Tidak ada kewenangan polisi Malaysia melakukan intervensi terhadap petugas KKP yang menangkap pelaku pelanggaran itu.

    Bahkan, tindakan yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia itu adalah tidak menghargai Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

    “Seharusnya polisi dari negara asing itu tidak perlu mencampuri prosses hukum yang dilakukan petugas KKP yang menangkap kapal nelayan Malaysia

    Pemerintah Indonesia harus bersikap bijaksana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh negara asing.

    “Kalau hal ini dibiarkan, Malaysia akan terus mengganggu kedaulatan Indonesia,”

    Jangan karena dengan alasan batas wilayah negara yang tidak jelas, maka Malaysia seenaknya berbuat dan melakukan pelanggaran.

    “Pemerintah Indonesia harus menempuh proses hukum terhadap pelanggaran tersebut,”

    Pihak kepolisian Malaysia meminta agar ketujuh nelayan Malaysia yang mencuri dengan lima kapal berukuran 10 Gross Ton dan dilengkapi alat tangkap Gillnet (untuk menangkap ikan pelagis) tersebut dilepaskan.

  2. muhammad risky Says:

    ganyang malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: