Pinera dan Soeharto

Pinera – Soeharto
Presiden Cile Sebastian Pinera tiba-tiba jadi bintang dalam drama penyelamatan 33 penambang yang terjebak di kedalaman hampir 700 meter di dalam perut bumi sejak 5 Agustus 2010. Apalagi, televisi sekelas CNN menyiarkan langsung secara terus-menerus ketika para penambang disambut Pinera yang turun langsung dalam operasi penyelamatan.
Dia telah menunjukkan keberadaan seorang pemimpin sangat diperlukan rakyatnya, terutama saat warganya yang sedang menderita. Janji untuk menyelamatkan arganya dengan biaya yang tak terbatas, benar-benar direalisasikan .
Pembuatan terowongan dengan biaya yang relatif mahal terus dilakukan untuk menjangkau penambang yang tertimbun.

Sebenarnya kalau semua pemimpin di dunia bertindak sesuai perannya, maka apa yang dilakukan Pinera bukanlah hal yang luar biasa. Sebab semua pemimpin, baik presiden, gubernur, atau bupati, dituntut selalu membela, melindungi, dan menolong rakyatnya setulus hati. Jadi seorang pemimpin tidak mesti menunggu ada kecelakaan atau bencana untuk turun langsung ke lapangan.

Seorang pemimpin hanya perlu menyadari kekuasaan yang ada dalam genggamannya dan mengetahui secara benar bagaimana memanfaatkan kekuasaan tersebut. Sehingga dia bisa membuat kebijakan yang dapat membantu rakyatnya yang berada dalam jeratan kesusahan.

Misalnya di zaman susah seperti sekarang ini, sebagian masyarakat masih kesulitan secara ekonomi untuk mendapatkan pangan.Kita masih ingat, banyak pemimpin yang patut diberikan penghargaan.Misalnya pemimpin yang berhasil menyediakan pangan bagi rakyatnya. Seperti yang dilakukan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) kepada Presiden Soeharto karena keberhasilan Indonesia dalam swasembada pangan. Terlepas dari kontroversi pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto, namun kita perlu mengakui bahwa kala itu presiden kita mendapat pengakuan dunia karena bisa menolong rakyatnya dari kelaparan.

Kita mungkin tidak pernah menyadari peran pemimpin di saat rakyatnya aman dan sejahtera karena pemimpin seolah tidak dibutuhkan. Tetapi pernahkah kita menyadari bahwa situasi yang nyaman dan aman tersebut selalu tercipta dari pemimpin yang kuat, bekerja dan mengabdi kepada rakyat secara tulus.
Sebab kalau tidak ada pemimpin yang menciptakan ketahanan pangan, maka ke mana wajah bangsa ini mau disembunyikan ketika bermunculan kasus busung lapar. Sebab busung lapar hanya populer di zaman penjajahan Jepang atau Belanda akibat keserakahan penjajah. Maka, setelah Indonesia merdeka, kita tidak akan bisa memaafkan pemimpin yang membiarkan rakyatnya kelaparan.
Oleh karena itu, kita boleh kagum dengan apa yang dilakukan Presiden Cile Sebastian Pinera, tetapi kita juga perlu memberikan penghargaan kepada pemimpin yang bertindak sama dengan Presiden Cile Pinera  tersebut

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: