Gempa Mentawai, Banjir dan Macet di Jakarta, Letusan Gunung Merapi

Gempa Mentawai, Banjir dan Macet di Jakarta, Letusan Gunung Merapi

Minggu ini, penghujung bulan Oktober 2010, Gempa Mentawai, Banjir Macet di Jakarta  dan Letusan Gunung Merapi menambah keresahan masyarakat Indonesia yang sementara lagi menikmati kemiskinanannya yang papa……. dosa siapakah ini????

Yang jelas , Katanya bukan dosa Gubernur Sumatera Barat yang hanya pasrah kepada Tuhan , karena tidak dapat memberikan pertolongan/ bantuan akibat cuaca yang buruk ” Ombak yang besar”.
Juga bukan Dosa Gubernur DKI yang tidak bisa berbuat apa-apa , karena mempersalahkan Tuhan yang menurunkan curah hujan yang sangat tinggi,
Terlebih lagi , bukan juga dosa Mbah Marijan dan petinggi Sleman yang tidak percaya pada petugas BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), tetapi lebih percaya kepada bisikan – bisikan Nenek moyangnya.

Percaya atau tidak percaya, berdosa atau tidak berdosa, seharusnya para pejabat yang telah menduduki kursi kerajaannya yang empuk, memikirkan penderitaan rakyatnya, tidak hanya mempersalahkan  apabila terjadi bencana.

Gubernur DKI mempersalahkan warganya karena membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat drainase, atau berlalu lintas jelek dan samrawut di jalan, dan juga mempersalahkan warga DKI yang membuat sumur Bor untuk ekploitasi ait tanah, tetapi dia tidak pernah mempersalahkan petugas sampah / kebersihan kota yang tidak mampu mengangkut sampah kota (alasan klasik dana kurang), tidak pernah mempersalahkan petugas Tata Kota yang memberikan IMB, sehingga banyak bangunan yang menutupi drainage, atau tempat penyerapan Air (yang penting pendapatan Pemda bertambah),  dan tidak pernah mempersalahkan PDAM yang tidak mampu mensuplai air bersih di DKI. Dan lebih ironis lagi Pemerintah DKI dari dahoeloe hingga sekarang tidak berani melarang Angkutan Kota yang tidak layak lagi beroperasi karena yang terakhir ini milik para mantan petinggi Negara dan tidak berani menaikan pajak kendaraan Mewah karena para pejabat dan konglomerat yang merasakan akibatnya…, jaaadi..karena tidak pernah dan tidak berani ..maka Beliau tidak berdosa .. yang berdosa adalah Rakyat kecil .. kasian !!!

Lain lagi Pak Gubernur Sumatera Barat, kata beliau “Kita harus tawakal dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa”…, tetapi seandainya saya yang jadi Gubernur, saya koordinasikan dengan Bapak Panglima yang punya Pesawat Herkules mengangkut bantuan dan penerjun untuk memberikan bantuan kepada korban Gempa di Mentawai. berapun biayanya, paling-paling minta sama Bapak SBY.

Begitu juga Letusan Gunung merapi di sleman – Magelang – Yogya…, seyagyanya ada pejabat yang berani mengamankan siapa saja yang menghalangi evakuasi penduduk sekitar Gunung Merapi, lebih baik salah mengamankan orang dari pada terlambat memberikan pertolongan . (sewaktu tulisan ini kami buat , saya lagi nonton TV “RCTI”, tampak pengungsi Gunung Merapi hampir seluruhnya dilumuri bedak Abu Belerang Gunung Merapi yang mulai Marah, padahal peringatan Satatus G Merapi “Awas” telah dikeluarkan seminggu yang lalu)

Berdoa dan mudah-mudahan tidak terulang kejadian tahun 2006 yang bersiap-siap antisipasi Gunung Merapi tetapi yang datang adalah bencana yang menggoncang Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: