Kejatuhan Presiden

 Amin dan temannya, Iman,  geregetan, kalau kata orang Betawi, meliihat carut marutnya perpolitikan Indonesia, dengan kasat mata  perpolitikan di Indonesi seperti dagelan politik, walau memang tidak semuanya. banyak juga yang bersih dan berani berjuang sebagai negarawan atau menjadi politikus yang handal, handal karena keberanian, kejujuran dan kebersihannya serta integritasnya yang mempuni.

Biasa sambil bersepeda sore-sore, Amin dan Iman menyusuri sungai Moskow di taman kebudayaan(Park Culture) dan teradilan dialog singkat.

Amin:” Man… tahu ga sih mengapa pak SBY di “serang” terus-terusan?”

Iman:”Mungkin banyak yang kecewa kali, tak kebagian kursi Menteri”

Amin:”Sepertinya banyak yang tak sabaran nunggu tahun 2014, gimana menurut lu?”

Iman:”Sepertinya begitu atau memang nunggu tahun depan, sekalian dengan berita kiamat, 2012″

Amin:”Ga tahu akh, eh..min tahu ga loh, siapa presiden yang jatuh karena politik?”

Iman” Ya tahu dong”

Amin” Siapa coba? “

Iman:”Sukarno diajtuhkan karena tuduhan yang tak jelas mengenai PKI, Suharto dijatuhkan karena katanya yayasanan banyak masalah, Habibie ditolak pertanggung jawabannya oleh MPR, ya dituduh bekas anak emasnya Suharto, Gusdur dijatuhkan dengan tuduhan Bulogget, itu semuanya politik dan tak bisa dibuktikan dalam pengadilan dan memang tak ada yang diadili, tak ada yang  dihadapkan ke meja hijau, karena kalau diadili dan beliau pada bernyayi, bisa-bisa yang mengadili juga ikut kena imbasnya, karena semuanya kan bekas bawahannya masing-masing!”

Amin:”Wah tahu politik juga lu man, tapi SBY kok lu ga sebut?

Iman:” Nah SBY kan masih jadi Presiden, SBY susah dijatuhkan kalau cara konstitusi. Salah apa SBY terhadap konstitusi, tak ada. Korupsi sampai saat ini tak terdengar? Kejahatan, kejahatan apa yang dilakukanya? Dipenjara 5 tahun berturut-turut, tidak,  loh orang tidak salah kok dipenjara! Kesalahan SBY cuma satu, terlalu berhati-hati, hingga dinilai lamban dan terlalu setiakawan dan suka berterima kasih pada orang yang mendukungnya, ya sudah, akhirnya SBY jadi “bemper” di hajar sana-sini, karena kesalahan bawahanya”

Amin:” Loh man kok lu tahu sih?”

Imin:” Masak ga tahu sih, kan ada bacaan, ada buku, ada internet, ada TV dan lain-lain”

Amin:”Iya..iya, tapi kok Megawati lu ga sebut?”

Iman:”Loh megawati kan bukan presiden, dia “kejatuhan presiden” Gus Dur diturunkan, otomatis karena dia wakilnya waktu itu, ya dinaikan menjadi Presiden olehMPR, karena konstitusinya mengatakan demikian, kalau rakyat langsung  di suruh milih, pasti rakyat tak mau, pasti kalah, loh dua kali pemilu dua kali kalah kok!”

Amin::” Ah lu bisa aja man, jadi kalau Megawati tak perlu dijatuhkan secara politik?”

Iman:” Ya ga lah min, tanpa di jatuhkan,dia  jatuh sendiri, dua kali Pemilu  juga tak ada yang milih, yang milihkan karena mungkin bayang-bayang Sukarno, buktinya, dua kali pemilu secara langsung oleh rakyat, dua kali Kalah!”

Amin:” Bukan kalah min, kata Megawati hanya kurang suara!”

Iman:” Kalah min, kalah melawan SBY!”

Amin:”Bukan kalah, Megawati dihadapan kader-kadernya bilang”kita bukan kalah, hanya kurang suara!”

Iman:”Bujubuneng! Iya, itu namanya kalah!”

Amin:”Bukan kalah man, jelas-jelas Megawati bilang, hanya kurang suara!”

Iman:”Balkadaba! Iya, kalau kurang suara namanya kalah, jelaskan min?”

Amin:”Ah,  bilang Megawati hanya kurang suara kok!”

Iman:”Nih orang apa ga ngerti ya, kurang suara itu dalam pemilu namanya kalah!”

Amin:”Ah ..mana bisa, buktinya Megawati bilang hanya kurang suara, bukan kalah!”

Iman:”Ya ampun….. kurang suara namanya kalah, ngaku kalah susah amat sih?”

Amin:” Stop…stop man, kok Megawati yang kalah, kita yang ribut!”

Amin dan Iman meletakan sepedanya di pinggir jalan dan mereka duduk dipinggir sungai, menghadap matahari yang akan terbenam, sambil pikiran mereka melayang ke Indonesia, terbayang kalau lagi duduk-duduk ada tukang bakso lewat, tukang siomay datang menghampiri, tukang rujak, ketoprak dan sebagainya dan semua itu hanya dalam bayang-bayang mereka. karena mereka jauh dari tanah airnya. Kasihan deh lu!

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: