Dongeng Negeri Bohong

Suatu ketika menjelang tidur saya mendapat cerita dari nenek. Katanya ada sebuah negeri bernama Kurowo atau negeri bohong-bohongan. Tadinya negeri tersebut merupakan sebuah negeri yang kaya-raya, tanahnya subur-makmur, gemah ripah, loh-jinawi, kekayaan alamnya luar biasa : mulai dari tambang, emas, perak, minyak, batu-bara dan masih banyak kekayaan tambang lain yang tak terhitung jumlahnya, begitu pula kekayaan hutannya, berjuta-juta hektar hutan dengan berbagai macam tumbuhan yang tiada duanya didunia ini, disamping itu kekayaan lautnya juga melimpah ruah, meskipun dicuri jutaan ton seakan tidak berkurang, ngeri ini bagaikan surga dunia.

Celakanya diberi kekayaan alam yang begitu melimpah ruah ternyata penduduknya semakin hari semakin lupa diri, mereka semakin hari semakin jauh dari menyembah Tuhan Allah sang pencipta manusia , bahkan semakin hari semakin semaunya sendiri.

Begitu juga para penguasa dan pemimpinya, mereka hanya berfikir bagaimana cara memperkaya diri seakan mereka akan hidup selamanya di Dunia ini, korupsi dimana-mana tidak peduli uang siapa, entah itu anggaran pembangunan, jatah makan rakyat miskin, bahkan jatah makan mereka yang tertimpa bencanapun dilahapnya, mereka selalu menari diatas kesengsaraan rakyatnya mereka tak peduli yang penting perut mereka bisa gendut.

Para penguasa menumbuh suburkan segala bentuk kemaksiatan, perjudian, pelacuran, akibatnya penduduknya senang bermabuk-mabukan dan senang membuat keonaran dan celakanya para pemimpin agama tak berdaya menghadapinya, karena apabila berani menentang kemaksiatan maka terrorist lah tuduhannya, dan penjaralah hadiahnya, sungguh negeri yang kacau balau.

Penindasan terjadi dimana-mana dan hukum hanya berlaku bagi rakyat jelata dan tak berdaya, jika yang bersalah rakyat jelata atau yang tak berdaya maka akan dijatuhkanlah hukum yang seberat-beratnya bagi mereka, bahkan bila sudah terlanjur dituduh meskipun tidak terbukti maka hanya uanglah yang bisa membebaskan mereka dari penjara, sedangkan bagi penguasa dan orang kaya meskipun terbukti bersalah maka akan diberi pengampunan dosa bila mereka mau membayar kepada penegak hukumnya, bayangkan betapa rusak moral para penguasa di negeri Kurowo tersebut.

Sampai disitu saya bertanya,

Lho nek katanya negeri bohong-bohongan, kok ceritanya beneran ?

Nenek saya menjawab, negerinya memang beneran tapi pejabatnya dan penguasanya yang suka berbohong, bahkan ada pejabatnya yang satu hari berbohong sampai lima kali.

Lho nek kalau pejabat satu hari berbohong sampai lika kali, yang dibohongi siapa ?

Nenek saya menjawab, yang dibohongi ya tentu rakyat to nak, soalnya pejabat ini memang hobinya berbohong, jadi karena sebelumnya sudah banyak berbohong, maka untuk menutupi kebohongan sebelumnya, ya harus harus banyak berbohong, lima kali, kecil katanya.

Yang nenek merinding itu nak “ dibulan puasa “, semua umat Islam minta ampunan dari Allah, pejabat ini terus berbohong, ndak tahu nak, neraka mana nanti kaplingnya dia.

Lha terus, rakyat apa yang percaya ?

Ya mungkin, ada satu dua yang percaya dari 200 juta rakyat, yaitu yang bodoh-bodoh karena pejabat ini sebenarnya kan juga bodoh, tapi tidak merasa bodoh.

Lho, bodoh kok bisa jadi pejabat.

Jawab Nenek, ya bisa to nak, sebab Rajanya paling suka dibohongi dan dibodohi

Disamping itu nak, kebodohan pejabat ini, pikirnya dia bisa menjabat terus sampai hari kiamat, ,,,, sambil tertawa cekikikan nenek saya berkata ,,,  padahal sebentar lagi pejabat itu pensiun lho, dan nanti kalau sudah pensiun semua kebanggaannya akan lenyap dan yang ada hanya cap “ Raja Bohong “, jadi dimata rakyat nanti tak lebih baik dari sampah.

Ada lagi nak kebodohannya, Pejabat ini bangga kebohongannya disiarkan di TV di Radio dan di Koran-koran, lha kalau sudah begini sebenarnya media yang beruntung.

Lho nek apa maksudnya media untung ?

Begini lho nak, berita kebohongan pejabat tadi oleh media di jual ke pengusaha, jadi begini lho nak, berita tersebut kan disiarkan di TV di Radio dan di Koran-koran, dan ini laris dilihat di dengar dan dibaca rakyat, kalau banyak berita yang dilihat, dibaca dan didengar rakyat maka banyak perusahaan yang pasang iklan disana, dan kalau ada berita begini bayarnya mahal lho nak, di TV katanya 1 menit bisa puluhan juta, jadi kasarnya media itu jual kebohongannya pejabat kepada perusahaan.

Lho Nek, perusahaan kok ya mau beli kebohongannya pejabat, sudah gitu bayarnya mahal lagi.

Jawab Nenek, sebetulnya yang beli kebohongan itu bukan perusahaan, tapi yang beli rakyat juga. Jadi singkatnya Perusahaan kan bayar sama media, terus buat ongkos bayar media perusahaan menaikkan harga jual produknya dan produknya yang beli rakyat.

Wah kalau begitu, rakyat ini kan celaka dua kali, sudah dibohongi pejabat, malah harus bayar lagi dan bayarnya kontan,

Memang nasib, rakyat negeri Kurowo ini lagi sial, jatah makan dihabiskan penguasa, ngomong bener dituduh terrorist, pejabat bohong rakyat suruh bayar.

Selanjutnya Nenek memberikan nasehat kepada saya,

Nak,  nenek nasehatkan padamu janganlah kamu sekali-kali pingin jadi pemimpin atau pejabat kalau tidak bisa pegang amanah, apalagi di negeri seperti negeri Kurowo itu, karena lingkungan-nya sudah rusak sistimnya juga rusak, lha yang buat aturan kan manusia, jadi jika manusianya rusak aturannya dijamin merusak pula, dan kamu jangan sekali-sekali dinegeri kurowo bicara maslah aturan Allah lebih baik dari aturan manusia, bisa-bisa kamu dituduh terrorist, karena panutan negeri Kurowo adalah iblis Bush dan Obama, pada hal sesungguhnya bila semua mau selamat dunia dan akhirat syaratnya kan cuma satu, ikuti aturan yang menciptakan manusia.

Nenek saya menambahkan, sebenarnya pemimpin itu juga cerminan rakyatnya, kalau pemimpinya tidak benar pasti sebagian besar rakyatnya ya tidak benar, karena yang memilih pemimpin di negeri Kurowo itu kan juga rakyat, karena dasarnya suara terbanyak, jadi ya jangan sepenuhnya salahkan pemimpin.

Lho Nek, tadi kata Nenek ada pejabat yang satu hari bisa berbohong sampai 5 kali, siapa namanya Nek, jabatannya apa ?

Kalau namanya tidak boleh disebutkan, meskipun sudah bukan rahasia lagi, tapi itu kan etika, kalau inisial sih boleh, yaitu HDB jabatan kepala penegak hukum negeri Kurowo

Lho, lho lho, kalau kepala penegak hukum suka berbohong artinya kan tidak jujur Nek, padahal salah satu syarat Pemimpin kan jurjur, terus gimana jadinya ngeri kurowo tersebut ?

Jadinya ya seperti yang saya ceritakan tersebut diatas, kamu itu kok yo sudah pikun, cerita belum selesai sudah lupa,,,,  jadi saya teruskan ya.

Seorang pemimpin memang sudah sewajarnya dan sudah seharusnya menjadi panutan anak buah, sebaliknya anak buah juga sudah sewajarnya mencontoh pemimpinnya, atau mengikuti perilaku pemimpinnya, sehingga tidak mengherankan bila pemimpin berikutnya ya tidak jauh beda dengan pemimpin sebelumnya, lebih-lebih di negeri seperti Kurowo tadi, sulit pemimpin berikutnya lebih baik dari pemimpin sebelumnya.

Lebih-lebih dalam institusi penegakan hukum yang dimana sistim komando diberlakukan, sulit rasanya anak buah bisa menolak perintah atasan meskipun sebenarnya perintah atasan tersebut kadang merupakan tindakan yang bertentangan dengan norma termasuk norma agama, akibatnya hampir pasti sebagian besar mereka hanya patuh pada pimpinan.

Pada awalnya bawahan memang merasakan adanya pertentangan dalam batinnya, bahwa apa yang telah mereka lakukan sebenarnya bertentangan dengan hati nurai sekaligus norma agama, namun karena itu perintah, maka dia tidak bisa menolaknya, karena dia tahu benar bila menolak perintah atasan ada sanksinya dan bila sering kena sanksi akibatnya pangkat/ karier dan kenaikan gaji bisa terhambat.

Memang ada beberapa dari mereka yang masih idealis yang akan menolak jika ada perintah yang jelas-jelas melanggar hukum atau agama dengan segala konsekwensinya, ini biasanya orangnya cerdas, dan jujur, orang-orang seperti ini biasanya lulus seleksi dan tes, tanpa harus menyogok.

Pertanyaannya : hari gini masih ada yang bisa lulus tes dan seleksi tanpa nyogok, meskipun sehat dan pintar ? apa kata dunia !, saya rasa masyarakat bisa menjawab sendiri.

Selanjutnya mereka mulai berfikir dagang, kalau untuk masuk saja sudah harus mengeluarkan puluhan juta rupiah, apa jadinya kalau saya menolak perintah atasan, bisa jadi pangkat tidak naik jabatan kosong, gaji tidak naik, terus kapan kembali modal. Kalau sudah begini mental sudah mulai rusak maka diapun tanpa terasa sudah mulai menjadi robot, akal sehat mulai dibuang, norma mulai ditabraknya, dan patuh dan loyal pada atasan jurus pamungkasnya.

Karena ketaatannya / loyalitas pada atasan dan prestasi kerja yang ada pada dirinya, maka diapun akhirnya bisa memperoleh promosi jabatan tertentu, tapi sekali lagi, adakah dinegri kurowo yang gratis, meskipun sewajarnya dan seharusnya gratis ? jawab sendiri lagi pembaca.

Sekarang mereka sudah mempunyai jabatan, dan untuk menggapai jabatan tersebut tidak gratis, maka berfikir dagangnya lebih pintar lagi, kalau yang sebelumnya hanya berfikir kapan balik modal, sekarang mereka berfikir kapan untung, dia mulai mengeluarkan jurus-jurus baru.

Jurus baru tersebut sebenarnya sudah mereka peroleh sebelumnya tapi tidak mungkin dikeluarkan saat itu karena sebagi murid yang baik pasti tahu kapan jurus-jurus tersebut boleh dipergunkan, karena seperti dalam dunia persilatan memang ilmu tidak boleh diobral, hanya boleh dikeluarkan pada saat yang tepat, dan sekaranglah waktu yang tepat untuk mengeluarkan jurus tersebut.

Selanjutnya sampailah mereka pada posisi puncak.

Karena merasa posisinya sudah sudah dipuncak maka dia boleh mengeluarkan jurus yang dianggap bisa melindungi dirinya sampai kiamat, yaitu jurus “ Sapu Jagad “ artinya :
–  apa saja yang bisa dimakan dimakanlah, tidak peduli jatah rakyat, jatah orang miskin, jatah korban bencana alam, yang penting perutnya bisa gendut dan biarlah rakyat miskin dan mereka yang kena bencana mati kelaparan, perilaku ini karena dia merasa tidak akan mati sehingga harta yang dia kumpulkan bisa menghidupi sampai hari kiamat, padahal dia lupa, kalau sudah dipuncak dan umur sudah tua sebentar lagi pensiun, dan kalau sudah pensiun kena syndrome, karena semua kebanggaannya akan lenyap, selanjutnya semua penyakit merasuki dirinya, dan kalau sudah sakit, hartanya tidak bisa dia nikmati, akhirnya dia mati menyedihkan, tentu bukan rakyat yang sedih, rakyat sih tak peduli, tapi dirinya sendirilah yang sedih karena yang dihapannya jelas nampak neraka jahanam,
–  apa yang bisa dia libas maka dilibaslah jika merasa tidak patuh padanya, tak peduli mereka dipihak kebenaran, ini dia lakukan karena dia merasa bisa berkuasa sampai hari kiamat, padahal sebentar lagi dia pensiun, dan ketika sudah mendekati hari H, keringat dingin tiap hari membasahi tubuhnya dan ketika serah terima jabatan gemetaran dirinya, sampai dirumah tiap malam sulit tidur, membayangkan semua dosa-dosan yang pernah dibuatnya jangan-jangan besuk aku diperiksa KPK, dan bawahan yang pernah dihukumnya nanti berkuasa
–  siapa yang bisa dia bungkam maka di bungkamlah dia meskipun yang dibungkam menyuarakan kebenaran, karena suara kebenaran inilah yang menyebabkan telinganya congek, bahkan pembungkaman ini hukumnya wajib untuk bisa menyenangkan iblis pujaannya,
–  siapa yang bisa dia bohongi maka dia bohongilah mereka, meskipun harus membohohi 200 juta manusia, karena dia merasa semua manusia bodoh yang bisa dibohongi sepanjang masa, padahal dialah sebodoh-bodoh manusia, dia tidak sadar bahwa kebohongannya sebenarnya hanya membohongi dirinya sendiri, dan karena kebohongannya maka kehinaan demi kehinaan yang dia terima, dan setelah pensiun semua kebanggannya lenyap jadilah dia manusia terhina bagaikan sampah bahkan lebih hina dari sampah.

Bila perilaku tersebut diatas terjadi maka dapat dipastikan lebih 90 % rusaklah lingkungan institusi tersebut, karena genersai penerusnya tidak akan menyimpang jauh dari generasi pendahulunya karena lingkungan sudah terlanjur terbentuk bahwa penyimpangan adalah kewajaran dan kebenaran adalah barang langka, dan barang langka pasti akan disimpan di gudang.

Itulah nak, sedikit gambaran negeri bohong-bohongan, yang sebagian besar penguasanya sudah tidak percaya pada Tuhan, memang kelihatannya mereka semua mempunyai agama, tapi perilakunya justru bertentangan dengan agama yang dianutnya.

Tapi itu semua rencana manusia, khususnya manusia-manusia kufur, mudah-mudahan Allah segera memberlakukan rencanaNya yang lebih sempurna untuk menyelamatkan negeri ini, mudah-mudahan barang langka yang dimasukkan gudang dikeluarkan oleh Allah.

Dan sebelum tidur, di bulan yang mulia ini yaitu bulan puasa, oleh Nenek saya diajak berdo’a, ya Allah berilah kami kekutan iman, kekuatan jasmani dan rohani, sehingga dapat menunaikan ibadah puasa dan amalan lainnya dengan sempurna satu bulan penuh sehingga kami menjadi orang yang taqwa. Amien.

Kita kembalikan semua urusan negeri Kurowo kepada Allah.

Penulis: R. Mintardjo Wardhani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: